Di sebuah lobby hotel. “Hey, David ya?” “Iya, Aduh pangling, Henry ya?” “Hahahaha, lama kita tidak jumpa ya? Sejak lulus kuliah dul, udah berapa tahun ya?” “Sudah lama sekali yang jelas aku lulus duluan, kau kelamaan kuliah, kebanyakan demo kan?” “Hahahaha, iya, bisa aja kau Vid.” “Duduk dulu lah di sini, tidak buru-buru kan? Mari … Continue reading
“Anak-anak, minggu depan kita tidak belajar di sekolah.” “Ayikkk!! Libur ya Bu?” Kata Diman, salah satu temanku. “Bukan! Siapa yang bilang libur, kita tetap belajar tapi tidak di sekolah.” Anak-anak dalam kelas termasuk aku saling berpandangan. Kami tidak mengerti apa yang dimaksud belajar tapi tidak di sekolah. Kami semua saling bertanya satu sama lain sehingga … Continue reading
“Silakan masuk.” Aku segera berdiri dan mendekati penjaga yang memanggil aku. “Rentangkan tangan.” Aku mengikuti perintahnya. Petugas menemukan ponselku dan segera mengambilnya. “Okay anda sudah bersih, sekarang boleh masuk. Bapak Presiden sudah menunggu anda. Handphone anda bisa diambil nanti sesudah menghadap Bapak Presiden.” Aku segera masuk ke ruangan yang ditunjukkan oleh petugas itu. Entah mengapa … Continue reading
Suatu hari aku sedang makan siang di sebuah mal di bilangan Senayan, Jakarta. Aku sedang menunggu temanku yang belum juga datang, sampai mataku terpaku pada seorang tokoh yang tidak asing dimataku, dia sering tampil di televisi belakangan ini. Tampaknya dia baru saja menyelesaikan makan siangnya. Kuberanikan diri untuk menghampirinya. “Mas boleh gabung?” Aku bertanya. “Boleh, … Continue reading
Omar Bakrie, seorang guru SD di sebuah desa. Kala itu dia masih bujangan dan merupakan sosok guru yang sangat sabar dan berdedikasi pada dunia pendidikan. Maklum tenaga pengajar di desa memang kurang, Omar Bakrie, seperti halnya juga guru-guru yang lain, harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Bisa dibilang hampir semua mata pelajaran dari mulai … Continue reading
Di suatu pagi sekelompok orang berkumpul di pelataran parkir sebuah mal. Mulanya mereka hanya sepuluh orang saja dengan satu pemimpin dengan pengeras suara seadanya. Lalu sang pemimpin mulai berorasi. “Kawan-kawan sekalian! Merdeka!” Katanya lantang. “Merdeka!!!” Dijawab oleh anggota kelompok yang lain. Sang pemimpin melanjutkan, “Bangsa kita sedang sakit, sakit sekali dan sudah sangat parah. Seandainya … Continue reading
Suatu hari anak-anak menteri berkumpul. Mereka cukup risih dengan anggapan banyak orang bahwa mereka ini orang-orang tidak berguna. Anggapan bahwa mereka hanya beruntung saja selama ini karena terlahir sebagai putra dan putri menteri. “Baiklah kita sudah berkumpul di tempat ini,” ujar salah satu yang dituakan dari antara mereka, “Tahu tujuannya?” Semua yang hadir hanya terdiam … Continue reading
“Pak fotonya Pak? Langsung jadi, tak perlu tunggu.” Demikian aku tawarkan jasaku pada sepasang kekasih yang sedang ada di lokasi wisata Curug Panganten. Tempat wisata murah meriah tak jauh dari Kota Bandung. Ada sebuah air terjun yang cukup indah di sini, biasanya orang berfoto-foto dengan latar belakang air terjun ini. Sebagian ada yang membawa kamera … Continue reading
Saudara-saudara hari ini adalah hari kegerakan bangsa kita. Hanya beberapa orang kita berkumpul di sini, besok masing-masing membawa satu orang teman. Terus untuk keesokan harinya setiap yang hadir di lapangan ini membawa satu orang teman lagi. Seratus, menjadi dua ratus, menjadi empat ratus, delapan ratus, seribu enam ratus, tiga ribu dua ratus, enam ribu empat … Continue reading
Suatu hari di kantor pemerintah. “Adi, coba masuk ke ruangan saya!” Kata Pak Marno. Adi segera masuk ke ruangan atasannya itu. “Tutup pintunya! Duduk!” Katanya lagi. Adi pun segera menutup pintu dan duduk dengan posisi tangan di bawah meja. Jemarinya saling meremas, gugup. “A..a..da apa pak?” Kata Adi pelan. “Kamu tahu, laporan ini? Kamu yang … Continue reading
Komentar Terkini